You are here:  / Uncategorized / RESENSI BUKU “BAKAT MENGGONGGONG”

RESENSI BUKU “BAKAT MENGGONGGONG”

Judul : Bakat Menggonggong
Penulis : Dea Anugrah
Penerbit : Mojok
Terbit : 2017 (Cetakan Ketiga)
Tebal : 114 halaman
ISBN : 978-602-1318-59-1

Dea Anugrah merupakan penulis cerita pendek, puisi dan esai. Ia menempuh pendidikan tingginya di Jurusan Ilmu Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kini sebagai wartawan di Tirto.id. Ia pernah diundang untuk bicara di sejumlah festival sastra, antara lain Ubud Writers and Reades Festival, Bali (2013) dan Eye of the Storm writer’s festival, Alice Springs (2015). Cerita dalam buku Bakat Menggonggong ini telah diterbitkan oleh Koran Tempo dan Media Indonesia dalam rentang 2014-2016.

Bakat Menggonggong adalah kumpulan cerita pendek karya Dea Anugrah, buku ini mengambil tema yang cukup variatif tidak hanya tentang romansa yang sinisme, masalah keluarga, filosofis, tetapi juga sejarah. Dea Anugrah mengisahkan tentang problema pelik sehari-hari menjadi suatu cerita yang liar, segar, nakal, penuh sindiran tetapi juga masih diimbangi dengan humor yang tidak membosankan.

Di dalam buku ini ada 14 judul cerita pendek. Yang beberapa isinya mengenai; seorang pembicara seminar yang murka karena tidak dibayar, dongeng lokal, masalah rumah tangga, sindiran sinis tentang percintaan dan lain-lainnya.

Yang unik dari buku ini yaitu ada beberapa judul cerpen yang memiliki kesinambungan tokoh yaitu Fredrik Fredrik alias Rik dan I Gusti Putu Lokomotif alias Loko seperti pada cerpen Kisah Sedih Kontemporer yang dibagi menjadi 4 yaitu; Kisah Sedih Kontemporer (IV), Kisah Sedih Kontemporer (XII), Kisah Sedih Kontemporer (XXIV), Kisah Sedih Kontemporer (IX). Dalam cerita ini Dea Anugrah tidak hanya melulu fokus tentang romansa yang dikemas dengan sinisme tetapi juga membumbui cerita dengan masalah keluarga yang tak kurang dari sarkasme. Pada Kisah Sedih Kontemporer (IX) juga terselip beberapa puisi yang ditulis oleh Rik.

Tidak hanya itu, cerpen dengan judul Kisah Afonso dan Penembak Jitu merupakan dongeng lokal yang berdasarkan riset singkat di Tulang Bawang Barat, Lampung. Yang ditulis dengan bentuk narasi yang apik dan memikat.

Sedangkan, cerpen yang menggagas tentang romansa pelik seperti “Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu” dan “Sebuah Cerita Sedih, Gempa Waktu, dan Omong Kosong yang Harus Ada” merupakan karya yang cukup mudah dipahami dibandingkan dengan cerita-cerita lainnya. Keduanya memiliki garis besar yang hampir mirip yaitu mengenai jiwa yang hancur oleh sebab perasaan cinta.

Kelebihan dari karya ini yaitu, ide cerita yang diambil bagus dan ringan tapi tetap dapat dikemas dengan apik dan ciamik. Penulis memiliki wawasan yang luas terlihat dari banyaknya referensi yang diselipkan dalam beberapa cerpen. Pemilihan diksi yang cukup berani misal; ofensif, konfigurasi, tugur juga menjadi nilai plus dari penulisan cerita ini.

Ending yang tidak tertebak mungkin akan meninggalkan kesan membingungkan atau sulit dimengerti. Dan juga dalam membaca buku ini diperlukan fokus, hal ini dikarenakan pembawaan cerita yang membutuhkan pemikiran yang cermat untuk mengerti maksud dari cerita. Desain sampul juga terlihat kurang menarik. Hal-hal inilah yang menjadi kekurangan dari buku ini.

Sebarkan!

LEAVE A REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked ( required )

KESEKRETARIATAN

Kesekretariatan LPM SCIENTA FMIPA UNS beralamat di Gedung UKM FMIPA UNS lt. 2 Jln. Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Jebres, Surakarta (57126)

KONTAK KAMI

Terhubung dengan kami di sosial media bawah ini:
Atau email : lpmscientauns@gmail.com

KONTAK PERSON

Kontak person LPM SCIENTA FMIPA UNS :
  • Saras 08572868-5645 (Pimpinan)
  • Naura 081286086115 (Redaksi)
  • Isma 087735156155 (Humas)

KRITIK DAN SARAN

Apabila anda mempunyai pertanyaan, kritik, serta saran untuk LPM SCIENTA FMIPA UNS bisa langsung mengakses formulir di bawah ini :
Klik Formulir Kritik dan Saran